KONSEP LAYANAN BK KARIER DI SMP

Download
A.    Konsep Layanan Bimbingan Konseling Karir SMP
1.    Bimbingan Karier di SMP
     Pada kebanyakan model pendidikan karier, program-program untuk sekolah lanjutan pertama menekankan eksplorasi dan perencanaan. Ini tidak mengimplikasikan bahwa sekolah dasar telah selesai tugasnya dengan penekanan pada kesadaran diri dan karier, tetapi malahan begitu anak-anak bertumbuh, mereka menghadapi tuntutan-tuntutan baru. Jadi mereka berangsur-angsur mengembangkan perilaku-perilaku yang kompkleks. Karena itu, ada kemungkinan bahwa bagi kebanyakan siswa, kesadaran diri dan kariernya akan terus diperhalus sambil dimulai eksplorasi dan perencanaan karier di sekolah lanjutan pertama dan sesudahnya. Sekolah lanjutan pertama merupakan suatu periode transisi, antara masa kanak-kanak dan masa remaja dan juga antara pendidikan umum dan khusus.

2.    Ciri-ciri Siswa Sekolah Lanjutan Pertama
        Sebagai hasil dari pengalaman dan pertumbuhan , dengan demikian makin mendekatknya perubahan-perubahan yang bersifat keremajaan, baik pada dirinya maupun sebayanya, persepsi-persepsi tentang hidup telah berubah. Siswa-siswa sekolah lanjutan pertama jauh lebih mampu daripada anak-anak sekolah dasar untuk memahami hubungan-hubungan dan menggunakan istilah-istilah dan symbol-simbol abstrak. Mereka asyik dengan keterlibatan dan konformitas, sangat terpengaruh oleh teman-teman sebaya dari jenis kelamin yang sama dan jenis kelamin yang berbeda. Mereka mengambil langkah-langkah yang lebih definitif dalam memisahkan diri dari masa siswa-siswa dengan siapa mereka berinteraksi ketika mereka mencoba peranan-peranan sosial ganda yang menyertai pengalaman sekolah dan masyarakat.
Keterampilan-keterampilan dasar yang dimulai di sekolah dasar terus dikembangkan, diperhalus, diperkuat, dan mereka mulai menjumpai pengalaman yang lebih khusus dari sekolah lanjutan atas.

3.    Pertimbangan-pertimbangan Perencanaan
Sungguhpun terdapat kesamaan-kesamaan antara peranan-peranan konselor
di  sekolah lanjutan pertama, sekolah dasar, dan sekolah lanjutan atas, terdapat juga perbedaan-perbedaan. The American School Counselors Association (1977) berpendapat bahwa “ Orientasi tehdap sekolah-sekolah lanjutan pertama dan atas, penempatan pendidikan, perkembangan karier, dan aktivitas-aktivitas kelompok untuk lebih meningkatkan pengarahan diri, terutama dalam formulasi nilai dan pengambilan keputusan, kesemuanya adalah bidang-bidang dengan impilkasi-implikasi khusus bagi konselor sekolah lanjutan pertama. Jelas bahwa pengalaman-pengalaman seperti itu perlu direncanakan dikoordinasikan.

4.    Tujuan-tujuan Bimbingan Karier di SMP
Herr (1976: 1-2; Herr & Cramer, 1984 : 243) mengemukakan tujuan-tujuan bimbingan karier di sekolah lanjutan pertama dengan menyarankan bahwa siswa-siswa harus belajar:
a.    Mencapai pemahaman yang realistic tehadap dirinya
b.    Mengembangkan keterampilan dalam menggunakan berbagai sumber informasi tentang diri, pendidikan, dan okupasional.
c.    Memahami berbagai pilihan pendidikan yang tersedia di sekolah lanjutan dan sesudahnya, sifat dan tujuannya masing-masing, dan tipe-tipe pendidikan pasca sekolah lanjutan atau pilihan-pilihan karier yang mereka tuju.
d.    Membedakan antara kelompok-kelompok karier dipandang dari segi okupasi-okupasi utama yang menyusunnya dan yang berkenaan dengan hal-hal seperti : lama dan tipe pendidikanyang diperlukan untuk memasukinya, is, alat-alat, lingkungan, produk-produk, atau jasa-jasa dan lain sebagainya.
e.    Memikirkan kehidupan dalam suatu organisasi dan berbagai pernanan yang dimainkan.n waktu luang.
f.    Memikirkan implikasi-implikasi perilaku dari pengambilan tanggung jawab  pribadi untukmenjadi seperti yang diinginkannya.
g.    Mengidentifikasi bidang-bidang karier yang luas dan taraf-taraf aspirasi pendidikan yang secara pribadi sesuai
h.    Merencanakan program sekolah lanjutannya yang didasarkan pada informasi yang akurat,  tujuan-tujuankarier tentative, dan penilaian diriyang akurat.
i.    Memformulasikan rencana-rencana mengimplementasikan keputusan-keputusan yang diambil.
5.    Isi program.
        Program-program atau aktivitas-aktivitas yang direncanakan untuk menggabungkan banyak  tujuan yang telah disebutkan sekarang tersedia disekolah-sekolah lanjutan.
Pengaturan iklim yang menopang perkembangan karierdan menghubungkan apa yang diperolehsiswa-siswa melalui pendidikan dengan dunia kerja akan sangatbermakna bagi siswa-siswa, karena mereka didorong untuk mempertanyakan bidang-bidang okupasional dan pendidikan.Salah satu metode untuk membantu siswa-siswa menghubungkan sifat-sifatnya dengan alternative-alternatif okupasional melalui eksplorasi dan pengembangan keterampilan-keterampilan yang penting bagi okupasi-okupasi ialah pengelompokan karier (career clustering). Pendidikan karier sangat menekankan kesadaran karier dan eksplorasi karier sebelum persiapan karier. Pendidikan karier  selanjutnya menganjurkan persiapan karier untuk siswa fleksibel secara okupasional. dalam hal ini , pengelompokan-pengelompokan okupasional ataukarier dapat digunakan untukmengorganisasi kurikulum yang ditujukan kepada penyiapan siswa-siswa dengan keterampilan-keterampilan, pengetahuan, dan sikap-sikap yang dibutuhkan untuk memasuki rumpun atau kelompok okupasi-okupasitertentu.


B.     Peranan Staff sekolah dalam layanan BK karier
 Konselor sekolah adalah konselor yang mempunyai tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh dalam kegiatan BK terhadap sjumlah peserta didik. Pelayanan BK sekolah merupakan kegiatan untuk membantu siswa dalam upaya menemukan dirinya, penyesuaian terhadap lingkungan, serta dapat merencanakan masa depannya.
 menyebutkan bahwa pada hakikatnya pelaksanaan BK di sekolah untuk mencapai tri sukses, yaitu: sukses bidang akademik, sukses dalam persiapan karier dan sukses dalam hubungan kemasyarakatan. Dari yang suda dijelaskan bahwa konselor mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanan bimbingan karier khususnya dalam memberikan informasi karier dan perkembangannya. Beberapa peranan konselor dalam bimbingan karier untuk mengembangkan karier siswa antara lain:
1.    Sebagai penemu masalah pendidikan karier atau penemu kebutuhan siswa.
2.    Sebagai agen referal dan penerima, setiap masalah yang dihadapi siswa yang sudah ditangani oleh guru, kepala sekolah, dan orang tua dimana mereka tidak mampu menanganinya misalnya berkaitan dengan masalah karier maka dengan menggunakan konseling karier apabila diminta oleh yang bersangkutan.
3.    Sebagai penemu potensi manusiawi, dengan berbagai teknik untuk memperoleh data tentanf siswa mengenai kemampuan pskologis dengan teknik tes dan nontes.
4.    Sebagai informan dan pendidik karier, konselor dianggap sebagai orang yang mampu dan memiliki wawasan yang luas dalam bidang
5.    Sebagai penolong pengenalan diri, bmbingan karier bertolak dengan dasar pemahaman diri siswa diharapkan dapat mengenal dirinya sendiri(dengan bantuan konselor)
6.    Sebagai fasilitator hubungan manusiawi maka konselor dapat mengembangkan sikap dan cara yang baik dalam sesama
7.    Sebagai penentu dan pelaksana program bimbingan karir, konselor dengan pengetahuan dan pengalamannya diharapkan dapat menyusun dan melaksanakan bimbingan karier
Keterlibatan seluruh staff sekolah ini sangat perlu mengngat sifat bimbingan karier merupakan usaha pendidikan. Tenaga untuk membantu kesejahteraan siswa itu sendiri atas koordinator dan staf bimbingan selaku tenaga inti dengan tanggung jawab yang pokok dan tenaga-tenaga lain merupakan tenaga pendukung (Munandir,1996) secra berturut turut pelaksanan bimbngan karier disekolah adaah seberti dibawah ii :
1.    Konselor sekolah berfungsi sebagai koordinator bimbingan karier disekolah memiliki anggung jawab atau wewenwng  ( Sukardi, 1987 dan Munandir,1996 sebagai berikut:
a.    Menyusun program bimbingan karier secara menyeluruh dn terpadu.
b.    Melaksanakan bimbingan kelompok maupun individual
c.    Mengkoordinasikan pelaksanaan program bmbingan pada umumnya, bimbingan karier pada khususnya.
d.    Membantu para siswa menghadai kesulita dan membuat rencana pendidikan, pekerjaan,jabatan atau karier
e.    Membantu siswa memahami dan mengadakan penyesuaian diri sendri, dan lingkungan
f.    Memberikan berbagai informasi kepada para siswa tentang hal-ha yang berkaitan dengan penddikan, pekerjaan, jabatan atau karier
g.    Mengkoordinasikan pelaksanaan programm pengumpulan data, penyususnan data, pngolhan data, kemudian dapat dgunakan oleh semua staf sekolah dan pihak yang berkepentingan.
h.    Membantu tugas bmbingann lainnya untumengumpulkan, menyusun dan mempergunakan berbagai jenis sumber informasi pendidikan, pekerjaan, jabatan atau karier yang dibutuhkan oleh guru bidang studi dalam kegiatan belajar mengajar.
i.    Mengadakan bentuk-bentuk kerja sama dengan instansi-instansi pemerintah maupun swasta dalam rangka menunjang kegiatan bimbingan karier
j.    Dengan seluruh staff membimbing secara keseluruhan.
2.    Kepala Sekolah
Kepala sekolah mempunyai tanggungjawab penh terhadap seluruh program bimbigan yang ada di sekolah.tugass, tanggunga jawab dan wewenang dari kepala sekolah dalam program bimbingan umumnya, dan bimbingan karier khususnya Sukardi (1987:327), dapat dirinci sebga berikut:
a.    Menyusunscara kolektif program bimbingan karier yang bersifat komprehensif, integral dan operasional dengan situasi dan kondisi seolah secara tertulis.
b.    Mengusahakan bntuk-bentuk pembinaan intensif melalui rapat-rapat rutin, insidental.
c.    Mengusahakan ketersediannya sarana dan praarana untuk menunjang pelaksanaan bimbingan karir
d.    Merintis bentuk-bentuk hubungan dengan instansi/ lembaga lain di luar sekolah yang ada sangkut pautnya dengan bimbingan karier
e.    Berusaha utuk menggali berbagai sumber informasi yang dapat digunakan untuk kepentingan bimbingan karir
f.    Mendorong para petugas bimbingan untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh rasa tanggung jawab, serta menciptakan situasi tertentu untuk menggairahkan petugas bmbingan dalammenjalankan tugasnya.
g.    Membuat dan mengirimkan laporan pelaksanaan layanan bimbingan kepada pihak atasan baik secara berkala maupun secara insidental.
3.    Petugas Administrasi Sekolah 
Dalam melaksanakan bimbingan karier disekolah petugas administrasi memiliki tugas, tanggung jawab dan wwnang dalam menunjang pelaksanaan program bimbingan karier di sekolah. Tanggung jawab dan wwenangnya meliputi:
a.    Megisi kartu pribadi siswa dengan data yang berasal dari siswa itu sendiri, guru, orang tua ma9pun oleh petugas bimbingan.
b.    Mensistematisir dan menyimpan data pada tempatnya.
c.    Membantu proses pengumpulan data dan mempersiapkan laoran bimbingan.
d.    Melaksanakan tata laksana perkantoran termasuk di dalamnyamengirim dan menerima surat-surat, agenda-agenda, ekspedisisurat-surat, menyimpan surat-surat , dan sebagainaya.
e.    Menyiapkan lembaran kerja paket? Modul alat, alat format-format isian yang diperlukan dalam kgiatan bimbingan  secara keseluruhan maupun bimbingan karer
f.    Menata seta memelihara ruangan bimbingan dengan baik serta kondisi yang mnyenangkan terutama untuk menciptakan proses hubungan konseling dan tata kerja sehari – hari .
Karena bimbingan karier tidak lepas dari pendidikan keseluruhan, sehingga elaksanaan bimbingan karier merupakan tanggung jawab bersama dan melibatkan semua unsur staf sekolah dan orang tua. 

C.    Strategi Layanan BK Karir di SMP
    Strategi bimbinan karier dalma pengamblan keutusan dan pmeahan masalah. Paolitto (1977) menyatakan bahwa sekolah lanjutan pertama merupakan suatu ngkugan alami bagi konsling kelompok karena merupakan suuatu wahana belajar scara pribadi bagi anak-anak masa remaja awal. Secara lebih khusus , kinnick (1968; Herr & Cramer, 1984 : 248) membandingkan penggunaan diskusi-diskusi kelompok dan koseling kelompok untuk meningkatkan kmampuan siswa dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.
    Simulasi sebagai suatu strategi bimbingan karier. Tidak selalu mungkin membawa realitas kedalam kelas atau kedalam situasi laihan; karena itu, kadang-kadang diperlukan simulasi. Unsur-unsur berikut ini pada umumnya dianggap perlu bagi suatu program simulasi yang fektif : 1. Iklim mendukung, 2. Perilaku normal individu, 3. Umpan balik, 4. Eksperimentasi, 5. Peta kognitif, 6. Praktek, dan 7. Penrapan rencana (Herr & Cramer, 1984 : 249).

   

DAFTAR PUSTAKA

Rahma Ulifa. 2010. Bimbingan Karier Siswa.  Malang : UIN-Maliki Press
Thayeb Manhrihu Muhammad 1992. Pengantar Bimbngan dan Konseling Karier. Jakarta :Bumi Aksara

Komentar

Postingan Populer