PENGERTIAN KECEMASAN

A.    Pengertian Kecemasan
Menurut Greist dan Jaferson kecemasan adalah pengalaman manusiawi yang universal, suatu respon emosional yang tidak menyenangkan dan penuh kekhawatiran sehingga tidak dapat berkonsentrasi dengan baik, suatu reaksi antisipatif, serta rasa takut yang tidak terekspresikan dan tidak terarah, karena sumber ancaman atau pikiran tentang sesuatu yang akan datang yang tidak jelas dan tidak terdefinisikan.
Sedangkan menurut Musafir Bin Said deskripsi secara umum kecemasan adalah
“perasaan tertekan dan tidak tenang serta berpikir kacau dengan di sertai banyak penyesalan”.
Hal ini sangat berpengaruh pada tubuh, hingga tubuh dirasa menggigil, menimbulkan banyak keringat, jantung berdegup cepat, lambung terasa mual, tubuh merasa lemas, kemampuan berproduktifitas berkurang hingga banyak manusia yang melarikan diri kedalam imajinasi sebagai bentuk terapi sementara.
B.    Ruang Lingkup
1.    Faktor Kecemasan
Defenbacher dan Hazaleus (dalam Ragister, 1991) mengemukakan bahwa sumber penyebab kecemasan menghadapi ujian ada tiga, meliputi :
a.    Kekhawatiran (worry) merupakan pikiran negatif tenteng dirinya sendiri. Bruch (dalam Register, 1991) menunjukkan bahwa tingginya kecemasan menghadapi ujian dipengaruhi oleh pikiran negatif tentang dirinya sendiri.
b.    Emosionalitas (Imosionality) sebagai reaksi diri terhadap rang sangan saraf  otonomi,seperti : jantung berdebar-debar, keringat dingin dan tegang.
c.    Gangguan dan hambatan dalam menyelesaikan tugas (task generated interference) merupakan kecenderungan yang dialami seseorang yang selalu tertekan karena pemikiran yang rasional terhadap tugas.
Shah (2000) membagi kecemasan menghadapi ujian menjadai tiga komponen, yaitu :
·    Komponen fisik : pusing, sakit perut, tangan berkringat, perut mual, mulut kering, nerves dan lain-lain.
·    Emosional seperti panik dan takut
·    Mental atau kognitif, seperti gangguan perhatian dan memori, kehawatiran, ketidak teraturan dalam berfikir dan bingung.
Adler dan Rodman (1991) menyatakan terdapat dua faktor yang menyebabkan adanya kecemasan yaitu, pengalaman yang negatif dimasa lalu dan pikiran yang tidak rasional.
a.    Pengalaman negatif dimasa lalu
Pengalaman ini merupakan yang tidak menyenangkan dimasa lalu mengenai suatu peristiwa yang dapat terulang kembali di masa mendatang apabila individu tersebut menghadapi kejadian atau situasi yang sama dan juga tidak menyenangkan, misalnya; pernah gagal dalam ujian atau pengalaman dari kakak kelas yang gagal dalam ujian, hal tersebut merupakan pengalaman umum yang menimbulakan kecemasan siswa dalam manghadapi ujian.
b.    Pikiran yang tidak rasional
Para psikolog memperdebatkan bahwa saat terjadi kecemasan bukan kejadian yang membuat merasa cemas, tetapi kepercayaan atau keyakinan tentang kejadian itulah yang menjadi penyebab kecemasan. Ellis dalam Adler dan Rodman, (1991) memberi daftar kepercayaan atau keyakinan kecemasan sebagai contoh dari pikiran tidak rasional yang disebut buah pikir yang keliru, yaitu kegagalan katastropik, kesempurnaan, persetujuan dan generalisasi yang tidak tepat.
·    Kegagalan katastropik, yaitu adanya asumsi dari individu bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya. Individu mengalami kecemasan dan perasaan ketidak mampuan serta tidak sanggupan mengatasi permasalahan-permasalahannya.
·    Kesempurnaan, yaitu indivu menginginkan kesempurnaan. Individu ini mengharapkan dirinya berprilaku sempurna dan tidak ada cacat, ukuran kesempurnaan dijadikan target dan sumber inspirasi bagi individu tersebut.
·    Persetujuan, yaitu adanya keyakinan yang salah didasarkan pada ide bahwa terdapat hal vitual yang tidak hanya diinginkan tetapi juga untuk mencari persetujuan dari sesama teman atau siswa.
·    Generalisasi yang tepat. Keadaan ini juga memberi istilah generalisasi yang berlebihan. Hal ini terjadi pada orang yang mempunyai sedikit pengalaman

Komentar

Postingan Populer