SEJARAH SINGKAT HIJRAH RASULULLAH SAW

A.    Sebab-sebab Rasulullah Hijrah
Setelah Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan, hantaman dan siksaan daei kafir Quraisy mulai meningkat. Berbagai cara dilakukan kafir Quraisy agar Nabi Muhammad SAW tidak meneruskan dakwahnya.
1.    Tahun Duka Cita
Bertahun-tahun Nabi Muhammad SAW menyerukan Islam di Mekah, tetapi hasilnya hanya sedikit yang mengikuti ajaran-Nya. Pada saat Nabi Muhammad SAW membutuhkan motivasi dari orang-orang terdekatnya, justru istrinya, Situ Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, berpulang ke rahmatullah dalam waktu yang hampir bersamaan. Kehilangan kedua orang tersebut merupakan masalah serius bagi Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan dakwah Islamiyah di Mekah. Peristiwa sangat menyedihkan ini kemudia diaebut tahun duka cita (amul huzni).
2.    Isra' Mi'raj
Di tengah kesedihannya, Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa luar biasa, yaitu Isra' Mi'raj. Peristiwa itu terjadj setahun sebelum hijrah ke Madinah, tepatnya 27 Rajab 621 M. Pada peristiwa itu Allah SWT memperlihatkan tanda-tanda keagungan dan kekuasaan-Nya sebagai penghibur bagi Nabi Muhammad SAW yang sedang dirundung kesedihan. Periatuwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada Nabi Muhammad SAW. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat 5 waktu dalam sehari semalam.
3.    Ancaman Kaum Kafir Quraisy
Setalah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW meneruskan dakwahnya san mengabarkan peristiwa yang dialaminya. Kabar itu membuat kafir Quraisy menganggap Nabi Muhammad SAW telah melakukan pembohongan. Usaha-usaha pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya terus digalahkan. Setelah Allah SWT menturuhnya untuk hijrah, maka Nabi Muhammad SAW phn melaksanakan Hijrah ke Madinah.
B.    Berita Gembira Dari Kota Yastrib

1.    Perjanjian Aqabah
Awalnya, pada tahun 620 M Nabi Muhammad SAW bertemu 6 orang Yastrib dari kabilah khazraj yang berhijrah ke Mekah. Dalam pertemuan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengajak mereka untuk masuk Islam. Mereka menyambut dengan baik ajakan itu dan menyatakan masuk Isalm. Mereka pula yang memberitajukan tentang Islam kepada masyrakat Yastrib lainnya.
Pasa tahun 621 M, seorang muslim Yastrib beserta 6 orang teman yang lain sebagi utusan kabil Khazraj dan Aus mendatangi Nabi Muhammad SAW. Keenam orang tersebuf masuk Islam dan melakukan perjanjian di tempat yang bernama Aqabah. Isi perjanjiannya :” Kami tidak akan mempersekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain. Kami tidak akan mencuri, berzia, dan membunuh anak-anak. Kami tidak akan saling memfitnah dan kami tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad SAW.
Selanjutnya, pada 622 M, orang-orang Yastrib datang lagi dengab maksud mengadakan perjanjian Aqabah 2 sekaligus mengundang Nabi Muhammad SAW untuk berhijrah ke Yastrib. Perjanjian Aqabah 2, diikuti 75 orang Yastrib dan Nabi Muhammad SAW yang didampingi pamannya, Hamzah. Isi perjanjian sama dengan yang swbwlumnya tetapi jumlah peserta yang memeluk agama Islam semakin banyak. Dalam dua kali perjanjian yang terjadi, Nabi Muhammad SAW mendapatkan kesan bahwa Islam telah siap berkembang peaat di Yastrib. Kenyataan ini membuat Nabi Muhammad SAW memerintahkan para pengikutnya untuk hijrah ke Yastrib dengan sembunyi-sembunyi. Sementara Nabi Muhammad SAW bertahab di Mekkah bersama Abu Bakar dan Ali bin Abi Thalib.
2.    Rencana Pembunuhan Nabi
Rencana hijrah Nabi Muhammad SAW didengar oleh kafir Qurausy. Kaum Qurasiy pun akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Muhammad SAW. Kafir Quraisy khwatir Islam akan berkembamg di Yastrib. Mereka menyuruh para pemuda untuk mengepung rumah Nabi Muhammad SAW, karena khawatir akan lari. Pada malam itu pula Nabi Muhammad SAW membisikkan kepad Ali bin Abi Thalib supaya memakai selimut beliau dan berbaring dintempat tidurnya. Atas izin Allah Nabi Muhammad SAW berhasil keluaf dari rumahnya dengan selamat.
Tidak lama setelah Nabi Muhammad SAW meninggalkan rumahnya, para pemuda terbangun dan masuk ke rumah beliau dengan penuh nafsu untuk membunuh. Akan tetapi berkat pertolongan Allah, mereka hanya mendapatkan Qli bin Abi Thalib yang sedang tidur. Mereka kecewa san tidak percaya dengan segala hal yang terjadi
C.    Perjalanan Hijrah Rasulullah SAW
1.    Bersembunyi di Gua Sur
Menjelang larut malam, Nabi Muhammad SAW menuju ke rumah Abu Bakar dan mengajaknya hijrah. Kedua irang itu kemudian keluar dari jendela pintu belakang dan terus bertilak ke arah selatan menuju Gua Sur. Jalan yang ditenpuh oleh mereka adalah jalan yang tidak mungkim dilewati manusia. Haln ini dilakukan supaya para pemuda Quraisy yang mengejar tidak menyangka mereka melalui jalan itu.
Dalam perjalananya, mereka berdua sempat bersembunyi di Gua Sur selama tiga hari tiga malam. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian itu selain Abdullah bin Abu Bakar, kedua oramg puferinya, Aisyah dan Asma, dan pembantu mereka ‘Amir bin Fuhaira. Tugas Abdullah adalah mencari informasi tentang rencana kafir Quraisy terhadap Nabi Muhammad SAW. Pada malam hari ia memyampaikan informasi tersebut kepada Nabi Muhammad SAW beserta ayahnya.
Pada hari ketiga, mereka bersua sudah mengetahui bahwa situasi sudah tenang, mereka berangkat dan melanjutkan perjalanan dengan perbekalan yang diberikan oleh putrinya. Supaya aman dalam perjalanan, Nabi Muhammad SAW dan Abu bakar mengambil jalan yang tidak pernah dilalui manusia. Abdullah bin Uraiqit dari Banu Du'il diminta sebagai penunjuk jalan. Keduanya membawa Nabi Muhammad SAW dan Abu bakar dengan hati-hati sekali ke arah selatan kemudian menuju Timaha di dekat pantai Laut Merah. Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar beserta penunjuk jalannya itu seoanjang malam dan siang berada di atas kendaraan. Tidak lagi mereka pedulikan kesulitan san rasa lelah. Mereka hanya oercaya bahwa Allah SWT akan menolong mereka.
2.    Sayembara Kaum Kafir Quraisy
Orang Quraisy mengadakan sayembara, siapa saja yang dapat membawa Nabi Muhammad SAW, hidup atau mati, hadiah besar dan jabatan tinggi menantinya. Hal ini menarik hati masyarakat pada waktu itu, termasuk Suraqa bin Malik yang sudah mengetahui perjalanan Nabi Muhammad SAW. Tidak lama kemudian Suraqa bin Malik mendatangi tempat yang dimaksdu dan dia menemukan Nabi Muhammad SAW beserta kedua temannya yang sedang beristirahat di sebuah batu besar sambil menyantp bekal yang diberikan oleh Asma putri Abu Bakar. Setiap kali Suraqa bin Malik mendekati rombongan Nabi Muhammad SAW keduanya selalu tersungkur. Hal itu berulang sampai empat kali. Suraqa yang percaya kepada dewa berpikir bahwa itu adalah pertanda buruk sehingga dia mengurungkan niatnya dan kembali ke Mekah.
Selama tujuh hari terus menerus mereka berjalan di bawah panas mmbara musim kemarau, dan berjalan lagi sepanjang malam mengurangi lautan padang pasir. Hanya karena adanya ketenangan hati kepada Allah SWT membuat hati dan perasaan mereka terasa lebih aman. Mereka selalu yakin bahwa Allah SWT selalu bersama mereka.
3.    Tiba di Madinah penuh sambutan
Di Tengah perjalanan menuju Madinah, Rasulullah SAW singgah di Quba sebuah desa yang terletak dua mil di Selatan Madinah. Di sana beliau membangun sebauh masjid. Masjid ini menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam. Beliau singgah di sana selama empat hari untuk selanjutnya meneruskan perjalnan ke Madinah. Pada hari Jumat pagi, beliau berangkat dari Quba’ dan tiba di perkampungan Bani Salim bin Auf tepat pada waktu Salat Jumat. Salatlah beiau di sana, inilah salat Jumat petama dalam Islam Khotbahnya pun merupakan Khatbah yang pertama.
Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awwal. Kedatangan beliau telah dinanti-nanti msyarakat Madinah. Pada hari kedatangan Nabi Muhammad SAW dan Abu bakar, masyarakat Madinah sudah menunggu di jalan yang akan dilalui Nabi Muhammad SAW lengkap dengan genderang. Mereka mengelu-elukan Nabi Muhammad SAW dan genderang pun gemuruh diselingi nyanyian yang sengaja digubah untyk keperluan penyambutan itu. “Bulan purnama telah muncul di tengah-tengah ita, dari celah-celah bebukitan. Wajiblah kita bersyukur atas ajakannya kepada Allah SWT. wahai orang yng dibangkitkan untuk kami, kau datang membawa sesuatu yang wajib ditaati.”itulah syair penyambutan Nabi Muhammad SAW di Madinah.

D.    Dakwah Nabi Muhammad SAW Di Madinah
1.    Masjid sebagai pemersatu Muhajirin dan Ansar
Setelah sampai di Madinah Nabi Muhammad SAW muai membuat program kerja dan melaksanakannya seperti yaitu membangun masjid, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, dan membuat perjanjian dengan penduduk madinah. Langkah pertama, membangun masjid. Pembangunan masjid segera dimulai dan seluruh umat Islam ikut ambil bagian sehingga berdiri sebuah masjid beridinding batu, berkayu batang kurma dan beratap daun kurma.
Masjid yng akan dibangun Rasulullah SAW bersama-sama kaum Muhajirin dan Ansar tidak hanya berfungsi untu Salat semata, akan tetapi untuk seluruh kegiatan Nabi di Madinah. Di antara fungsi masjid pada zaman Nabi adalah sebagai tempat mempersatukn umat bermusyawarah tentang perkembangan Islam, mengkaji ilmu afgama bahkan sebagai pusat pemerintahan setelah Rasulullah dipilih sebagai pemimpin di Madinah. Seluruh aktivitas masyarakat Madinah dipusatkan di Masjid. Itulah fungsi masjid yang sebenernya sudah dibangun Raslullah SAW.
2.    Langkah Nabi Muhamad SAW berikutnya adalah mempersaudarakan antara Muhajirin dengan Ansar. Muhajirin adalah orang yang hjrah dari Mekah ke Madinah, sedangkan Ansar adalah orang Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin. Setiap orang Ansar mengakui orang Muhajirin sebagai saudaranay sendiri. Mereka mempersilahkan saudaranya tinggal di rumah dan memanfaatkan segala fasilitas yang ada di rumah tersebut. Di antara para sahabat yang dipersaudarakan adalah :

NO     MUHAJIRIN     ANSAR      
1.    Abu Bakar     Kharijah bin Zuhair       
2.    Umar bin Khatab     Itbah bin Malik       
3.    Bilal bin Rabah     Abu Ruwaihah       
4.    Amir bin Abdillah     Sa’ad bin Muadz      
5.    Abdul Rahman bin Auf     Sa’ad bin Rabi’      
6.    Zubair bin Awwam     Salamah bin Salamah       
7.    Usan bin Affan     Aus bin Tsabit      
8.    Thalhah bin Ubaidillah    Ka’ab bin Malik      
9.    Abu Huzaifah bin Utbah     Ubbah bin Bisyr      
10.    Ammar bin Yasir    Huzaifah bin Al Yaman   

Langkah ini mendapat simpati seluruh lapisan masyrakat Madinah. Orang-orang Muhajirin merasa nyaman dan tentram, meskipun bukan tinggal di rumah sendiri. Mereka melakukan kegiatan dan interaksi dengan penduduk Madinah dan saling menolong sehingga suasana Madinah menjadi indah dan menyenangkan.
3.    Piagam Mdinah
Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh kaum muslimin dan oran-orang nonmuslim di Madinah yang kemudian disebut “Piagam Madinah”. Adapun isi piagam Madinah antara lain :
1.    Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
2.    Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
3.    Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
4.    Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakuka sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
5.    Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menghadapi musuh.
6.    Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengaitkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
7.    Kota Madinah dipertahankan bersama dari seraagaan pihak luar.
8.    Semua penduduk Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi yang berbuat jahat.
Prlu diketahui bahwa di Madinah tidak hanya orang-orang Islam saja yang tinggal, tetapi di ana terdapat pula orang-orang nonmuslimin. Agar terjadi hubungan yang harmonis, saling menghormati, toleransi, dan menjaga lingkungan di Madinah, maka harus ada kesepakatan bersama. Piaam inilah yang oleh Ibnu Hisyam disebut seagai undang-undang dasar negara dan pemerintahan Islam yang pertama. Isinya menckup antara lain, perikemanusiaan, keadilan sosial, toleransi beragama, dan gotong royong.


E.    Akhlak Nabi ; Teguran Yang Tidak Menyakitkan

Suatu hari nabi Muhmmad SAW sedang duduk-duduk dengan para sahabatnya sambil menunggu saat shalat tiba. Tiba-tiba para sahabat datang, mreka baru pulang dari pesta makan daging. Terciumlah bau yang kurang sedap dalam majelis itu. Rasulullah SAW menyadari bahwa bau itu disebabkan oleh uap napas seseorang akibat makan daging yang berlebihan. Rasulullah SAW juga menyadari bahwa orang yang bersangkutan akan malu kalu ketahuan. Mengingat sebentar lagi akan melaksanakan shalat berjamaah dan kalu orang yang mengeluarkan bau kurang sedap itu beranjak ergi berwudhu,, akan ketahuanlah sumber bau kurang sedap itu berasal darinya. Tentu dia bisa malu, beliau menginginkan pelaku merasakan kesalahannya itu tanpa diketahui oleh banyak orang. Rasulullah SA melepskan pandangannya kpada smua yang hadir seraya memerintahkan.
“Siapa yang makan daging hendaknya berwudhu”!
“Semua memakan daging ya Rasulullah” jawab para sahabat.
“Kalau begitu, berwudhu kalian semua.” Mereka bangkit pergi berwudhu, termasuk orag yang menjadi sumber datangnya bau kurang sedap itu. Orang ini telah diselamatkan dari raa malu, berkat kecerdikan dan kelembutan akhlak Rasulullah SAW. demikianlah keluhuran budi pekerti Nabi Muhammad SAW. dalam memperhitungkan tindakan sampai sekecil-kecilnya agar tidak melukai perasaan orang dan kehoratan orang lain.
(Sumber: Al-Thabaqat al-Saniyyat fi Tajarun al-Hanafiyat, Taqiyyuddi bin Abdul Qadir al-Tammii Al-Islami).
Dengan program-program cerdas yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Madinah menjadi daerah yang sangat maju baik perdaban maupun kebudayannya sehingga terkenalah dengan sebutan al-Madinah al-Munawarrah (kota yang bercahaya).

PUSTAKA
Al Haj, Hani. 2010. 1001 Kisah Teladan Islam. Jakarta : PT. Pustaka Al-Kautsar.
Al-Mubarakfury, Syaikh Shafi’rRahman. 2004. Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik. Jakarta: Pustaka Al-Sofwa.
Al-Mubarakfury, Syaikh Shafi’ur Rahman. 1997. Riyadh: Sirah Nabawiyah. Darus salam.
Helmy, Masdar. 2012. Keteladanan Akhlak Rasulullah SAW. Bandung: Pustaka Hidayah.
Khan, Sniyasnain. 2012. Kisah-kisah Al-Qur’an Pertamaku. Jakarta: PT. Gramedia.
Mursi, Muhammad Sa’id dan Qasim Abdullah Ibrahim. 2010. 100 Kisah Teladan Tokoh besar. Jakrarta :Gema Insani.
Mustofa, Sakha aqila. 200. 65 Cerita Teladan Sebelum Tidur. Jakarta: PT. Wahyu Media.
Nugraha, Adrian R. dan Denny Riana. 201. Cerita-cerita Al-Qur’an Menakjubkan untuk Buah Hati. Jakrta: PT. Ufuk Publishing House.

Komentar

Postingan Populer